Perang terus
Monday, December 29th, 2008Biadap Israel !!!
Biadap Israel !!!
Biasanya setelah menekan tombol “Power” pada PC, Anda akan memiliki cukup waktu untuk menyeduh secangkir kopi atau teh akibat lamanya waktu yang dibutuhkan oleh komputer Anda untuk boot. Apalagi jika PC Anda memiliki segudang aplikasi yang secara otomatis menyala, mungkin selain kopi, Anda bisa sekalian mandi dan membuat sarapan terlebih dahulu.
Tanpa adanya peningkatan kinerja perangkat keras yang signifikan, memang tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat boot Windows. Tetapi masih ada cara untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan oleh desktop untuk mencapai kondisi “siap bekerja”. Mari kita simak beberapa cara di bawah ini, baik yang menggunakan kemampuan yang memang sudah tersedia dan aplikasi dari luar.
Ketika Anda menginstal aplikasi baru pada komputer Anda akhir-akhir ini, tidak sedikit yang langsung menjadikan dirinya sebuah program startup; entah untuk mengecek upgrade atau sekedar mengingatkan pengguna bahwa aplikasi tersebut telah di-instal sebagai ikon pada bagian kanan bawah PC seperti aplikasi chat seperti Skype.
Masalahnya muncul saat Anda menginstal banyak aplikasi yang jarang digunakan, tetapi mereka tetap muncul pada proses startup, hal ini sangat memakan siklus CPU, memori dan waktu. Cara mudah mengatasinya adalah hapus aplikasi-aplikasi yang memang tidak Anda gunakan.
Hapus Semua Startup Item
Walau banyak program yang dapat membersihkan aplikasi startup, sebenarnya Anda bisa melakukan hal itu secara manual tanpa menggunakan aplikasi tambahan.
Tempat terbaik, teraman dan paling mendasar untuk mulai melakukan hal ini adalah pada grup program “Startup” di “Start Menu” Windows. Navigasikan tetikus ke bagian “Startup” dan lihat program apa saja yang muncul. Klik kanan pada program yang tidak perlu aktif saat startup dan pilih “delete”.
Setelah melakukan proses tersebut, tiba saatnya mengeluarkan jurus pamungkas. Windows juga bisa mengaktifkan program secara otomatis dari tempat lain. Klik Start Menu, pilih “Run” lalu ketik “msconfig” dan tekan [ENTER] untuk masuk ke dalam fungsi konfigurasi sistem Windows. Pindah kepada tab “Startup” untuk melihat daftar yang lebih komprehensif tentang apa saja yang menyala secara otomatis. Coba lihat tampilannya di bawah ini.
Daftar tersebut memang terlihat rumit dan membingungkan. Apa itu “ctfmon” atau “RTHDCPL”? Kolom “command” yang terkadang memuat lokasi aplikasi, terkadang juga bisa memberikan petunjuk tentang isi aplikasi tersebut. Seperti biasa, Google selalu menjadi sahabat Anda dalam situasi seperti ini.
Dari sini Anda bisa menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda inginkan untuk menyala pada proses startup. Jangan menghilangkan tanda centang pada aplikasi yang tidak Anda mengerti, mulailah pada aplikasi yang Anda tahu dan tidak digunakan. Sebagai contoh, Jika Anda bukan pengguna berat dari iTunes atau Quicktime, tapi aplikasi tersebut sebenarnya terinstalasikan pada PC untuk penggunaan kadang-kadang, Anda bisa menghilangkan tanda centang pada “QTTask” dan “iTunesHelper” dan kedua aplikasi ini tidak akan lagi muncul secara otomatis ketika Anda me-restart komputer.
Anda bisa menyalakan kedua aplikasi tersebut kembali dengan mengunjungi “msconfig” dan lakukan prose di atas kembali. Menggunakan “msconfig” memang membutuhkan sedikit keberanian dan pengetahuan dari pengguna Windows. Tapi, masih ada cara lain untuk melakukan proses yang sama dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga dan aplikasi-aplikas pembersih.
Unduh Program Optimisasi Windows
Sebenarnya ada banyak aplikasi lain yang memiliki kemampuan untuk mengatur “startup”, tapi mari kita lihat pada dua yang terbaik saja.
CCleaner (yang merupakan singkatan dari “Crap Cleaner”) bisa memeriksa sistem Anda untuk banyak hal yang berlebih dan menyingkirkannya. Klik tombol “Tools”, kemudian tombol “Startup” untuk mencapainya. Seperti Anda lihat, aplikasi ini menawarkan informasi lebih banyak dari “msconfig” di atas dan bisa membantu memberikan penjelasan atas program yang ada. Anda bisa menonaktifkan dan menghapus segala hal dari startup menggunakan tombol-tombol tersebut.
Jika Anda tidak ingin menginstalasikan software lain untuk membersihkan sistem Anda, System Explorer datang dalam versi portable dengan “startup manager” yang kaya fitur, lengkap dengan registry, pengecek virus online dan bahkan pencarian Google untuk nama file. Pada tab “system”, klik tab “startup” untuk melihat apa yang menyala secara otomatis pada PC Anda. Barikut adalah tampilannya:
Seperti Anda lihat, hanya dengan klik-kanan, Anda bisa langsung menuju registry editor atau melakukan pencarian pada ProcessLibrary.com atau Google untuk sebuah aplikasi. Selain itu, perusahaan pembuat program dan file path juga dimasukkan, menawarkan lebih banyak informasi tentang sebuah aplikasi dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mematikannya.
Selain Ccleaner dan SystemExplorer, masih ada lagi alternati seperti MZ Ultimate Tweaker dan RegToy.
Tunda Proses Startup Aplikasi
Tentunya bukan hanya satu program saja yang mengakibatkan lambatnya startup PC Anda, melainkan merupakan hasil kumulatif dari semuanya. Anda bisa saja memeriksa daftar startup dan menyadari kalau Anda memang membutuhkan semuanya. Tetapi mungkin saja Anda tidak membutuhkan semuanya untuk dimulai pada saat yang bersamaan ketika Anda ingin mengecek email pada Outlook atau mengerjakan sebuah laporan buru-buru.
Aplikasi Startup Delayer bisa menunda proses “startup” aplikasi mulai dari 20 detik, beberapa menit, bahkan sampai ke satuan jam sehingga Anda bisa mulai bekerja sementara PC Anda memulai semua program startup secara bertahap. Apabila misalnya kita tidak membutuhkan proses Java Updater untuk dimulai setiap kali PC dinyalakan, kita dapat menunda startup program ini beberapa menit setelah PC dinyalakan.
Jangan Percaya dengan Mitos
Banyak sekali mitos, kesalahan persepsi dan petunjuk tentang cara mempercepat proses boot PC yang beredar. Anda harus hati-hati dalam memilah-milah mana yang benar. Jika Anda mempelajari lebih dalam mengenai tips online untuk mengoptimalkan Windows, Anda akan menemukan cara tentang menghapus paging gile, membersihkan registry, mengatur untuk penggunaan core PC secara manual dan banyak lagi tips lainnya. Sebelum Anda melakukannya, coba dulu cek artikel yang sangat menarik tentang mitos optimisasi Windows Lifehacker.
sumber Udaramaya.com

Sebagai anak tengah sekaligus anak lelaki satu-satunya dari pengacara asal Seattle William H.Gates dan Mary Gates, William Gates III menjadi pendiri Microsoft, salah satu orang terkaya dunia yang menciptakan sistem operasi Windows yang dirilis 25 tahun lalu pada tanggal 10 November 1983.
Sebelum menjalankan kehidupannya sebagai milyader, Gates merupakan seorang pelajar pada Lakeside School di Seattle, menulis program menggunakan mesin ketik bersama dengan temannya, kakak kelas Paul Allen. Sewaktu Gates menjadi mahasiswa di Harvard pada tahun 1975 mereka berdua memasarkan bahasa pemrograman BASIC kepada MITS, sebuah perusahaan yang memasarkan personal computer, Altair 8800. MITS setuju untuk menggunakan bahasa yang mereka kembangkan dan Gates serta Allen mulai mempromosikan kerja sama mereka sebagai Micro-Soft, yang kemudian dipatenkan sebagai “Microsoft” setahun kemudian. Segera setelah itu, Gates memutuskan untuk meninggalkan Harvard untuk selamanya.

Setelah bekerja selama 4 tahun, Gates dan Allen mulai membuat sistem operasi MS-DOS untuk IBM. Pendapatan Microsoft terus naik hingga mencapai $140 juta pada tahun 1985. Dua tahun berselang, Allen didiagnosa menderita penyakit Hodgkins dan mengakhiri karirnya di perusahaan, meninggalkan Gates dan manajer bisnis yang baru Steve Ballmer untuk memimpin perusahaan.
Pada perpindahan lokasi ketiga, kantor Microsoft pindah ke Bellevue dekat Seattle. Pada tanggal 13 Maret 1986, perusahaan melakukan penawaran perdana di mana harga saham Microsoft naik dari $21 ke $28 hanya dalam satu hari perdagangan.

Walaupun Microsoft Word telah beredar sejak 1983, dikembang untuk menunjang MS-DOS dan kemudian digunakan untuk Apple Macintosh dan Microsoft Windows, versi resmi dari paket aplikasi Microsoft Office baru dirilis pada tahun 1989 untuk Mac.
Walaupun kerjasama kedua perusahaan tampak akur, setahun sebelumnya Apple menuntut Microsoft dengan tuduhan bahwa tampilan Windows secara dibuat mirip dengan OS Apple. Pertarungan di pengadilan yang berlangsung selama enam tahun berakhir dengan kekalahan Apple yang akhirnya mengukuhkan posisi Microsoft sebagai pabrikan software komputer kelas dunia.

Sementara internet terus berkembang pesar, Microsoft memilih untuk terus menonton. Menurut majalah TIME, saat seluruh dunia heboh tentang email dan browsing, Bill Gates tidak melakukan apapun. Namun akhirnya pada tahun 1996 Microsoft akhirnya “merangkul Internet dengan sepenuh hati,” menurut perkataaan Gates sendiri.
Pada bulan Agustus tahun yang sama, Microsoft merilis Internet Exporer 3.0 sekaligus menebar ancaman kepada kompetitornya. Walaupun tahun 2000 menjadi masa resesi bagi dunia teknologi yang juga dikenal sebagai dot-com crash, Microsoft terus berkembang dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 39.000.

Salah satu proyek paling kontroversial dalam sejarah Microsoft adalah Bob. Dirilis bulan Maret tahun 1995 bersama Melinda Gates, istri dari Bill yang memegang posisi manager marketing, Bob sangat canggih, mungkin terlalu canggih untuk masanya dengan tampilan yang sangat berbeda.
Tidak seperti Windows yang menampilkan menu berdasarkan teks, Bob menampilkan desktop sebagai sebuah ruangan dengan meja, rak buku dan perabot-perabot lain. Benda-benda lain dalam ruangan seperti kalender, buku cek digunakan untuk merepresentasikan aplikasi yang ada. Selain rendahnya penjualan, Bob tidak mampu bersaing dengan produk terbaru Microsoft, Windows 95 dan pengembangan dihentikan setahun sesudahnya.

Microsoft berjanji kepada pemerintah bahwa mereka tidak akan melakukan praktik monopoli, namun pada tahun 1998, departemen keadilan Amerika melayangkan tuntutan kepada perusahaan. Kasus tersebut memperkarakan Microft yang mengemas Internet Explorer bersamaan dengan sistem operasinya yang menurut DOJ sangat memberatkan kompetitor mereka Netscape.
Pada tahun 2000, jaksa federal menyatakan bahwa Microsoft telah melakukan praktik anti kompetisi. Masalah ini sampai-sampai membuat pengadilan Eropa memerintahkan raksasa software ini untuk membuka source code IE kepada perusahaan rival dan membayar denda jutaan dollar. Sistem operasi Microsoft hingga saat ini masih digunakan di lebih dari 90% PC di seluruh dunia.

Pengguna menyambut baik peluncuran Windows XP tahun 2001 yang lebih stabil, menarik dan user-friendly dibandingkan sistem operasi Microsoft sebelumnya termasuk Windows 95, Windows 2000 dan Windows ME. Sistem baru ini membuat pembuatan CD menjadi lebih mudah, bersamaan dengan menajemen file musik dan foto. Ikon dan teks untuk XP lebih cantik dan grafiknya lebih bagus dari pada versi pendahulunya, dengan tampilan yang lebih mirip sistem operasi Macintosh.
Namun sayangnya XP agak rakus memori sehingga hanya komputer yang berusia kurang dari dua tahun yang dapat mengoperasikannya.

Pada pergantian milenium, Microsoft dan Bill Gates sadar bahwa perusahaan sangat menginginkan bagian pada pasar video game. Gates sudah mendengungkan Xbox satu tahun sebelum memperkenalkan konsol tersebut pada Consumer Electronics Show di Las Vegas pada bulan Januari tahun 2001.
Pada musim belanja tahun yang sama, semua warga Amerika menunggu debutnya Xbox yang bersaing sengit dengan Sony PlayStation 2 dan Nintendo Game Cube. Lebih dari 1.000 pengunjung mengantri di Times Square untuk mencoba Xbox yang akan debut pada tanggal 15 November.
Microsoft mengeluarkan $500 juta untuk pengembangan platform game yang mengemas hard drive dan koneksi internet. Xbox lebih kuat dan lebih mahal dari PlayStation 2, namun karena kalah dari segi popularitas game, Xbox tidak begitu sukses sebelum kedatangan Halo.
Awal musim gugur ini Microsoft memangkas harga jual Xbox 360 menjadi $199 untuk mengalahkan PlayStation($399) dan Wii ($249).

Vista diperkenalkan setelah jadwal rilisnya tertunda bertahun-tahun. Sementara banyak pengguna yang menilai Vista dari tampilannya yang modis, sistem operasi tersebut lebih banyak dikeluhkan pengguna karena memiliki berbagai kekurangan.
Penjualan Vista tidak sejalan dengan apa yang diprediksi Microsoft dan mereka pada akhirnya memulai sebuah kampanye iklan bernilai $300 juta untuk menghapus persepsi negatif publik akan Vista. Namun jika Anda merupakan salah satu pihak yang merasa kecewa terhadap Vista, jangan khawatir, karena bulan Oktober lalu, Microsoft telah memperkenalkan Windows 7 sebagai penerusnya.

Melihat suksesnya iklan “Get a Mac” milik Apple, Microsoft dikabarkan membayar Jerry Seinfield $10 juta untuk menjadi pemeran utama sebuah kampanye iklan yang dibintangi Bill Gates.
Dalam kampanye iklan tersebut, keduanya bertemu pada sebuah toko diskon dimana Jerry membantu Bill untuk membeli sepasang sepatu. Sayangnya kampanye iklan ini tidak mendapat sambutan yang baik dari publik dan pada akhirnya dibatalkan hanya beberapa minggu setelah dimulai.
sumber :udaramaya.com